Kamis, 06 November 2008

Mataram jadi Tuan Rumah Olimpiade Matematika International

Jakarta, 5/11/2008 (Kominfo Newsroom) – Tuan rumah Indonesia yang menurunkan dua tim bertekad merebut 10 medali emas untuk tampil sebagai juara umum International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) for Primary School 2008 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 8 – 14 November 2008.

Negara-ne gara peserta IMSO yang akan dibuka oleh Dirjen Mandikdasmen Suyanto mewakili Mendiknas tersebut adalah Brunei Darussalam (6 siswa), Chinese Taipei (12), Filipina (26), Hongkong (5), Malaysia (6), Nigeria (6), Singapura (12), Srilanka (6), Thailand (12) dan tuan rumah Indonesia (42) yang menurunkan 2 tim.

''Saingan terberat diperkirakan akan datang dari negara Chinese Taipei, kemudian Filipina, yang punya sekolah khusus olimpiade dan Singapura yang juga mempunyai sekolah khusus matematika,'' kata Husaini Wardi, Kasubdit Program Direktorat TK dan SD Depdiknas, di Jakarta, Rabu, (5/11).

Husaini yang didampingi Kapus Humas dan Informasi Depdiknas M. Muhadjir, dan Koordinator IMSO 5 Elvira, juga mengatakan bahwa tema IMSO ke-5 ini adalah ''Smart, Skilled, and Creative in Joyful Competition for Exellence.''

IM SO ke-5 ini akan menjadi IMSO pertama yang dilaksanakan di luar Jakarta, setelah Walikota Mataram Ruslan, SH langsung meminta kepada Direktorat TK dan SD Depdiknas agar IMSO ke-5 dapat dilaksanakan di kota Mataram, dan saat itu Depdiknas menyanggupi.

Un tuk penyelenggaraan tersebut, Walikota Mataram menyiapkan dana pendamping dari APBD untuk membantu penyelenggaran IMSO ke-5 misalnya transport lokal, pembukaan, dan penutupan.

Depd iknas juga memberi peluang kepada kota Mataram untuk menurunkan pelajarnya mengikuti IMSO ke 5 tersebut dan dipilihlah tim Indonesia 2 yang terdiri dari 6 siswa Matematika dan 6 siswa IPA untuk mengikuti olimpiade tersebut setelah melalui tes dan memenuhi passing grade yang telah ditentukan oleh Depdiknas.

Seda ngkan tim Indonesia 1 yang direkrut dari juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang memperoleh medali emas, dan jalur pembinaan yang disiapkan oleh Depdiknas secara khusus, sehingga dengan demikian seluruh siswa Indonesia terdiri dari 21 siswa matematika dan 21 siswa untuk IPA.

Sementara itu Elvira, Koordinator IMSO ke-5, mengatakan, pada olimpiade IMSO ini untuk bidang matematika akan dilakukan tes teori, (dengan menjawab singkat, uraian singkat dan essay) serta eksplorasi.

Sedangkan untuk tes bidang IPA meliputi tes teori (dengan menjawab singkat, uraian singkat dan essay) serta eksperimen. Untuk ekplorasi pada bidang matematika ini merupakan 'ikon' khusus IMSO di Indonesia, karena penyelenggaraan serupa di negara-negara lain tidak ada, katanya. (T.Ad/toeb/b)

Selasa, 04 November 2008

Sejarah Ilmu Matematika

ym>>>>>Untuk lebih jelasnya lihat pada artikel sejarah matematika .

Kata "matematika" berasal dari kata μάθημα(máthema) dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar" juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar".

Disiplin utama dalam matematika didasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika: studi tentang struktur, ruang dan perubahan.

Pelajaran tentang struktur dimulai dengan bilangan, pertama dan yang sangat umum adalah bilangan natural dan bilangan bulat dan operasi arimetikanya, yang semuanya itu dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam dipelajari dalam teori bilangan. Investigasi metode-metode untuk memecahkan persamaan matematika dipelajari dalam aljabar abstrak, yang antara lain, mempelajari tentang ring dan field, struktur yang menggeneralisasi sifat-sifat yang umumnya dimiliki bilangan. Konsep vektor, digeneralisasi menjadi vektor ruang dipelajari dalam aljabar linier, yang termasuk dalam dua cabang: struktur dan ruang.

Ilmu tentang ruang berawal dari geometri, yaitu geometri Euclid dan trigonometri dari ruang tiga dimensi (yang juga dapat diterapkan ke dimensi lainnya), kemudian belakangan juga digeneralisasi ke geometri Non-euclid yang memainkan peran sentral dalam teori relativitas umum. Beberapa permasalahan rumit tentang konstruksi kompas dan penggaris akhirnya diselesaikan dalam teori Galois. Bidang ilmu modern tentang geometri diferensial dan geometri aljabar menggeneralisasikan geometri ke beberapa arah:: geometri diferensial menekankan pada konsep fungsi, buntelan, derivatif, smoothness dan arah, sementara dalam geometri aljabar, objek-objek geometris digambarkan dalam bentuk sekumpulan persamaan polinomial. Teori grup mempelajari konsep simetri secara abstrak dan menyediakan kaitan antara studi ruang dan struktur. Topologi menghubungkan studi ruang dengan studi perubahan dengan berfokus pada konsep kontinuitas.

Mengerti dan mendeskripsikan perubahan pada kuantitas yang dapat dihitung adalah suatu yang biasa dalam ilmu pengetahuan alam, dan kalkulus dibangun sebagai alat untuk tujauan tersebut. Konsep utama yang digunakan untuk menjelaskan perubahan variabel adalah fungsi. Banyak permasalahan yang berujung secara alamiah kepada hubungan antara kuantitas dan laju perubahannya, dan metoda untuk memecahkan masalah ini adalah topik dari persamaan differensial. Untuk merepresentasikan kuantitas yang kontinu digunakanlah bilangan riil, dan studi mendetail dari sifat-sifatnya dan sifat fungsi nilai riil dikenal sebagai analisis riil. Untuk beberapa alasan, amat tepat untuk menyamaratakan bilangan kompleks yang dipelajari dalam analisis kompleks. Analisis fungsional memfokuskan perhatian pada (secara khas dimensi tak terbatas) ruang fungsi, meletakkan dasar untuk mekanika kuantum di antara banyak hal lainnya. Banyak fenomena di alam bisa dideskripsikan dengan sistem dinamis dan teori chaos menghadapi fakta yang banyak dari sistem-sistem itu belum memperlihatkan jalan ketentuan yang tak dapat diperkirakan.

Agar menjelaskan dan menyelidiki dasar matematika, bidang teori pasti, logika matematika dan teori model dikembangkan.

Saat pertama kali komputer disusun, beberapa konsep teori yang penting dibentuk oleh matematikawan, menimbulkan bidang teori komputabilitas, teori kompleksitas komputasional, teori informasi dan teori informasi algoritma. Kini banyak pertanyaan-pertanyaan itu diselidiki dalam ilmu komputer teoritis. Matematika diskret ialah nama umum untuk bidang-bidang penggunaan matematika dalam ilmu komputer.

Bidang-bidang penting dalam matematika terapan ialah statistik, yang menggunakan teori probabilitas sebagai alat dan memberikan deskripsi itu, analisis dan perkiraan fenomena dan digunakan dalam seluruh ilmu. Analisis bilangan menyelidiki teori yang secara tepat guna memecahkan bermacam masalah matematika secara bilangan pada komputer dan mengambil kekeliruan menyeluruh ke dalam laporan.setau saya 1 ditambah 1 sama dengan 10

(untuk lebih lengkap baca di http://id.wikipedia.org/wiki/Matemat...rah_matematika)

PERJANJIAN YANG MENGGIURKAN

ym>>.suatu hari seorang kaya raya bertemu dengan seorang asing yang baru dikenalnya dan melakukan perjanjian yang sangat aneh. Perjanjiannya adalah sebagai berikut :

Setiap hari orang tersebut akan memberikan uang sebesar 10 Juta Rupiah berturut-turut selama 30 hari ( 1 bulan ) kepada orang kaya tersebut dan kewajiban orang kaya hanya memberikan uang setiap hari sebesar Rp. 100 pada hari pertama, Rp. 200 pada hari ke-2, Rp. 400 hari ke-3, Rp. 800 hari ke-4, Rp. 1.600 hari ke-5, Rp. 3.200 hari ke-6, Rp. 6.400 hari ke-7, Rp. 12.800 hari ke-8 dan seterusnya sampai hari ke-30.

Orang kaya itu berpikir betapa bodohnya orang yang baru ia kenal tersebut dan mulai berhitung berapa uang yang akan dia terima selama 30 hari sedangkan menurutnya yang dikeluarkan setiap hari sangatlah kecil. Karena orang kaya ini juga serakah dia menyesali kenapa perjanjian tersebut hanya 1 bulan, kenapa tidak 2 bulan, 3 bulan atau sekalian setahun, tapi kemudian dia berpikir jika perjanjian diubah nanti orang tersebut menyadari ketololannya dan membatalkan perjanjian tersebut, akhirnya dia mencoba menjalaninya.

Hari pertama mereka bertemu, orang tersebut menyerahkan uang 10 juta, seraya meminta Rp. 100 kepada orang kaya tersebut sambil mengingatkan besok siapkan Rp 200, demikian berlanjut selama 30 hari. Sampai hari ke-20 masih lancar-lancar saja dan orang kaya tersebut masih merasakan keuntungan yang berlipat dari perjajian yang mereka sepakati, tetapi petaka mulai muncul pada hari-hari selanjutnya. Silahkan anda untuk memikirkan dan berhitung petaka apa yang akan terjadi, manakah sebenarnya yang memperoleh keuntungan, orang kaya atau orang asing tersebut? Coba anda Bantu kira-kira sampai hari ke-30 berapa total uang yang diterima oleh orang kaya tersebut dan berapa total uang yang harus dikeluarkan untuk orang asing tersebut ! Selamat mencoba…


Indah dan ajaibnya matematika……

Sumber : Koleksi Permainan Matematika dari buku Matematika Aplikasi

pakar-matematika-bicara-tentang-prestasi-pendidikan-matematika-indonesia

ym>>Banyak orang Bilang “Mutu pendidikan Indonesia”, terutama dalam mata pelajaran matematika, masih rendah. Banyak data yang menukung opini ini, seperti:

  • Data UNESCO menunjukkan, peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara. Sejauh ini, Indonesia masih belum mampu lepas dari deretan penghuni papan bawah.

  • Hasil penelitian tim Programme of International Student Assessment (PISA) menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke-9 dari 41 negara pada kategori literatur matematika. Sementara itu, menurut penelitian Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) yang sudah agak lawas yaitu tahun 1999, matematika Indonesia berada di peringkat ke-34 dari 38 negara (data UNESCO).

Padahal kalau kita tilik lebih dalam lagi, berdasarkan penelitian yang juga dilakukan oleh TIMMS yang di publikasikan 26 Desember 2006, jumlah jam pengajaran matematika di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan Malaysia dan Singapura. Dalam satu tahun, siswa kelas 8 di Indonesia rata-rata mendapat 169 jam pelajaran matematika. Sementara di Malaysia hanya mendapat 120 jam dan Singapura 112 jam.

Tapi kenyataannya, prestasi Indonesia berada jauh di bawah kedua negara tersebut. Prestasi matematika siswa Indonesia hanya menembus skor rata-rata 411. Sementara itu, Malaysia mencapai 508 dan Singapura 605 (400 = rendah, 475 = menengah, 550 = tinggi, dan 625 = tingkat lanjut). Artinya “Waktu yang dihabiskan siswa Indonesia di sekolah tidak sebanding dengan prestasi yang diraih.

Memang kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, tapi yang jelas banyak faktor yang berpengaruh dalam rendahnya prestasi belajar matematika. Salah satunya tantang mayoritas Soal yang diberikan guru matematika di Indonesia terlalu kaku. Umumnya, siswa di Indonesia lebih banyak mengerjakan soal yang diekspresikan dalam bahasa dan simbol matematika yang diset dalam konteks yang jauh dari realitas kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, siswa sering kali merasa bosan dan menganggap matematika sebagai pelajaran yang tidak menyenangkan. Mereka pun tidak mampu menerapkan teori di sekolah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Bukannya di sini saya ingin menjadi seorang pakar pendidikan matematika, tapi sudah saatnya guru matematika membuka paradigma baru dalam pola pengajaran matematika di kelas. Artinya pendidikan matematika akan lebih baik jika matematika itu diberikan dengan pendekatan realita.

Dengan menggunakan contoh kasus sehari-hari diharapkan bisa memunculkan kesadaran siswa akan pentingnya matematika dalam kehidupan. Sehingga kelak bisa mendorong untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar matematika.

Dan yang terpenting, sudah saatnya guru menyadarkan siswa akan pentingnya matematika dalam kehidupan. Kalau boleh dikata”Matematika itu penting. Tanpa matematika, dunia akan hancur. Matematika bisa digunakan untuk memakmurkan negeri ini dan bisa membantu Indonesia keluar dari kondisi krisis, termasuk dalam persoalan lingkungan.

Namun, kuncinya, matematika jangan hanya digunakan sebagai alat untuk menghitung. Matematika harus digunakan sedemikian rupa agar bisa benar-benar bermanfaat untuk kehidupan dan itu harus ditanamkan dalam benak siswa sejak awal.

Sehingga jangan sampai, generasi siswa takut matematika terus berulang. “Bagaimanapun juga, di samping penting untuk meningkatkan prestasi matematika di negeri yang terpuruk ini, kecintaan siswa terhadap matematika juga penting untuk mengantarkan negeri ini menuju masa depan yang lebih baik”.

Selain itu, siswa juga harus diantarkan untuk menilik keindahan rumus-rumus matematika. Sehingga, ke depannya siswa tidak hanya terdorong untuk menghafal rumus, seperti yang terjadi saat ini.

“Jika siswa telah memahami the beauty of mathematics, dengan sendirinya siswa akan mencintai matematika. Bukan tidak mungkin, kebiasaan Indonesia sebagai follower dalam dunia matematika bergeser menjadi pembuat”.

Hilangkan sekat

Namun, selain pendekatan realita kehidupan, dalam praktiknya, Indonesia juga harus merevisi konsep pendidikan matematika yang dianutnya.

“Saat ini, setiap tingkatan pendidikan memiliki sekat-sekat yang sulit untuk ditembus. Antara jenjang pendidikan satu dengan yang lainnya seakan berjalan di rel yang berlainan, tidak seiring sejalan”.

Padahal, seharusnya sistem pendidikan di Indonesia seperti layaknya kereta api. Sekolah haruslah menjadi gerbong, dengan dinas pendidikan sebagai lokomotifnya. Keuntungannya, setiap tingkatan pendidikan memiliki akses yang luas sehingga tidak ada batasan untuk saling menunjang, baik dari segi sarana maupun prasarana pendidikan.

Ah gak tahulah…..

Aku juga bukan seorang pakar pendidikan matematika, tapi yang jelas aku ingin lebih mematematikan matematika yang kadang di bilang sudah gak matematika lagi….

seandainya aku seorang pakar matematika tentu banyak hal yang dapat aku lakukan untuk itu….


Minggu, 02 November 2008

Pak Rasmadi sebagai juara 1 KIG tk Kab. Bojonegoro



ym>>selamat untuk pak rasmadi yang telah menjadi juara 1 KIR tk. Kab. BOJONEGORO.Semoga ini menjadi motivasi bapak agar menjadi the best in 'smpn2 bojonegoro'

Sabtu, 01 November 2008

Membuat Sendiri Rumus Cepat Matematika

ym>>INGIN serba cepat adalah budaya yang telah merasuki bangsa ini. Semua orang ingin cepat menjadi kaya atau berkuasa atau mendapat kesenangan duniawi lainnya. Dunia pelajar termasuk segmen yang telah dirasuki oleh budaya ingin serba cepat tersebut . Mulai dari ingin “jam pelajaran “ cepat selesai, ingin cepat-cepat berkongkow di kantin hingga ingin cepat-cepat melakukan aktivitas “dewasa”. Salah satu budaya ingin cepat yang trendi terutama menjelang ujian masuk yang merasuki pelajar kita adalah, ingin mendapatkan rumus-rumus cepat, agar tidak terlalu lelah berpikir dalam menyelesaikan suatu soal.
Rumus-rumus cepat mulai dikenal bersamaan dengan mulai digunakannya bentuk Test Objektif yang menggunakan sistem pilihan ganda (multiple choice). Dalam sistem pilihan ganda, siswa cukup memilih alternatif jawaban yang disediakan yaitu A,B,C,D atau E, tanpa harus berlelah-lelah menuliskan jalan (proses) ditemukannya jawaban tersebut. Dengan kata lain, sistem pilihan ganda hanya mementingkan hasil akhir , bukan proses untuk mendapatkan hasil akhir itu.
Dengan kondisi seperti inilah, rumus-rumus cepat muncul dan mendapat sambutan yang “hangat” di kalangan pelajar. Berbagai lembaga bimbingan belajar (bimbel ) juga menjadikan rumus-rumus cepat yang dimilikinya sebagai primadona dalam menarik siswa.
Sesuai dengan kemajuan zaman, matematika sebagai ilmu yang melatih metoda berpikir menjadi primadona. Berbagai sekolah dan perguruan tinggi menjadikan matematika sebagai materi utama dari tes masuk yang mereka ujikan. Konsekuensi logis dari hal di atas adalah, semakin giatnya penulis dan lembaga-lembaga tertentu yang berlomba-lomba menampilkan rumus-rumus cepat matematika yang mereka miliki agar konsumen (siswa) tertarik.

Rumus cepat
Seluruh siswa kelas 6 SD di suatu sekolah di Jerman sedang sibuk menghitung soal yang diberikan gurunya yaitu menjumlah 1+2+3+4+…+100. Hingga satu jam, masih banyak siswa yang belum selesai menghitung, sementara yang sudah selesai ternyata semuanya salah. Pada saat itu, dari jendela kelas muncul wajah mungil siswa kelas 3 SD , yang meneriakkan jawaban dari soal hitungan tadi, dan ternyata jawaban anak kecil tadi betul. Yang lebih mengherankan adalah, anak tadi hanya memerlukan waktu kurang dari 20 detik untuk menghitung soal tadi. Anak kecil yang tak lain adalah Karl F. Gauss, matematikawan besar abad ke-19 , menerangkan bahwa dia menjumlah bilangan yang pinggir kanan dengan pinggir kiri dan seterusnya. Maka diperoleh (1+100)+(2+99)+(3+98)+(4+97)+…+(50+51) yang tak lain adalah 101 x 50 = 5050.
Di tingkat SMA, metoda menghitung Karl F. Gauss tadi dirumuskan dengan Sn=(N/2)*(a+Un) yang tak lain adalah rumus jumlah N suku yang pertama dari suatu deret Aritmatika. Dengan rumus Sn tadi, kita hanya memerlukan waktu kurang dari 10 detik untuk menghitung 1+2+3+4…+999+1000. Jadi, rumus Sn dapat dikategorikan rumus cepat matematika. Tetapi, karena rumus Sn tersebut terdapat dalam buku pelajaran resmi di sekolah, maka siswa tidak menganggapnya sebagai rumus cepat melainkan dianggap sebagai rumus standar (baku) biasa . Bagi para siswa, rumus cepat adalah rumus yang dikeluarkan oleh lembaga bimbingan belajar (bimbel) atau buku-buku khusus tertentu.

Jika dicermati dengan seksama, maka rumus-rumus “cepat” yang dimaksud oleh siswa adalah rumus standar yang dimodifikasi untuk kondisi (persyaratan) tertentu. Sebagai contoh dengan rumus cepat , fungsi kuadrat (parabola) yang memotong sumbu-x di (p,0) dan (q,0) serta memotong sumbu-y di (0,m) akan memiliki persamaan y = (m/p*q))*(x-p)*(x-q) . Sepintas terlihat bahwa rumus di atas adalah rumus cepat yang ajaib, padahal rumus tersebut bisa diperoleh dengan melakukan satu kali operasi pada rumus standard y = a* (x-p)*(x-q). 
Contoh lain adalah jumlah koefisien dari suatu fungsi polinom berderajat N yaitu a1+a2+a3+…+a. N tak lain dan tak bukan adalah harga fungsi tersebut untuk variabel x=1. 
Dengan contoh di atas, kita dapat simpulkan bahwa rumus cepat matematika adalah rumus yang diperoleh dengan melakukan satu atau beberapa operasi pada rumus standar atau rumus yang diperoleh dari rumus standar dengan kondisi tertentu.

Membuat rumus cepat 
Memakai rumus cepat , bukan sesuatu yang tanpa risiko. Jika kita memperlakukan rumus cepat sebagai sesuatu yang harus dihapal, maka kita akan terjebak kepada kesalahan-kesalahan akibat tidak memahami konsep dari rumus tersebut. Sebagai contoh, diketahui sebuah bola elastis dijatuhkan dari ketinggian “h” dan elastisitas r = (x/y), maka rumus cepat untuk mencari panjang lintasan total adalah 
L = h ((y+x)/(y-x)).. tetapi sering kali yang ditanyakan adalah bukan panjang lintasan total, melainkan panjang lintasan setelah pantulan ke sekian atau panjang lintasan naik. Bagi siswa yang menjadikan rumus cepat sebagai hafalan, tentu saja tidak akan mampu mengerjakan soal itu,. Tetapi, bagi siswa yang mengetahui konsep secara baik dapat mengerjakan soal tersebut dengan mudah dan cepat..

Berikut beberapa langkah penting dalam membuat rumus cepat matematika. Pertama, pahami secara benar konsep dan rumus-rumus standar dari materi pelajaran yang akan kita buatkan rumus cepatnya. Kedua, cari materi dan bentuk soal yang sering muncul untuk diujikan. Biasanya soal-soal tes masuk perguruan tinggi yang sering muncul adalah berbentuk soal campuran,yaitu soal yang mengkaitkan beberapa materi sekaligus. Soal-soal yang mengkaitkan persamaan kuadrat dengan trigonometri, fungsi transenden, fungsi logaritmik dan deret adalah contoh soal-soal campuran yang menjadi soal favorit dalam ujian masuk perguruan tinggi. 
Ketiga, mencari dan menganalisis kaitan (relasi) antara rumus standar materi yang satu dengan rumus standar materi yang lain. Kemudian analisis mana yang menjadi kaitan di antara kedua (atau lebih) rumus tersebut. Kemudian kita buat rumus gabungan antara keduanya yang mana rumus inilah yang disebut rumus cepat.
Sebagai contoh untuk menghitung luas suatu segitiga siku-siku yang panjang sisi-sisinya membentuk deret aritmatika, kita tidak cukup hanya memahami konsep dan rumus standar mengenai deret melainkan juga harus mengetahui konsep suatu segitiga siku-siku . Terlebih dahulu harus kita pahami bahwa deret aritmatika adalah deret dengan beda tetap sedangkan segitiga siku-siku adalah segitiga yang sisi-sinya memenuhi rumus tripel phytagoras. Selanjutnya kita cari kaitannya, yaitu sisi segitiga siku-siku yang panjangnya memenuhi tripel phitagoras tetapi memiliki beda yang tetap. Akhirnya kita memperoleh rumus cepat , yaitu mengasumsikan panjang sisi-sisi segitiga siku-siku dengan 3m, 4m, 5m. Dengan demikian, jika diketahui keliling segitiga itu adalah 24 cm, maka berarti 3m+4m+5m=12m=24, didapat m=2, selanjutnya luas dapat dihitung dengan mudah. Keempat, pahami kembali rumus cepat yang sudah dibuat jangan hanya dihafal. Sehingga kita mampu cepat memodifikasi rumus tersebut apabila soal merubah kondisi (persyaratan) yang ditanyakan. Sebagai contoh, rumus cepat untuk mencari jumlah garis lurus yang menghubungkan n buah titik (tidak ada tiga titik yang segaris) adalah 
C(n,2) = n! / ((n-2)! * 2!). Jika soal diubah menjadi menghitung jumlah diagonal segi-n beraturan, maka rumus tersebut akan segera mudah kita ubah menjadi C(n,2) – n. Mengapa harus harus dikurangi n? Sebab, garis yang menghubungkan antara dua titik terdekat bukan diagonal melainkan “sisi” bangun segi-n beraturan tersebut, sehingga harus dibuang.

Penutup
Variasi soal matematika begitu banyak, masih banyak sekali soal-soal yang tidak ter-cover oleh rumus-rumus cepat matematika yang sudah beredar saat ini. Karena itu, memahami konsep materi dan menghafal (dan mengerti) rumus standar adalah hal terpenting. Idealnya, yang digunakan untuk mengerjakan soal adalah rumus-rumus standar sedangkan rumus-rumus cepat hanya digunakan apabila waktu belajar sempit atau mepet. Selamat bermatematika.